Langsung ke konten utama

Antara Tukang Ojek dan Sekolah



Seperti  biasa sambil duduk santai di temani  secangkir kopi jari jari ini pun seakan menari di atas keypad Netbook ku menterjemahkan apa yang ada di kepalaku yang seakan melayang ke lorong waktu saat diri ini masih akrab dengan “kebandelan”  khas anak kampung yang memang kampungan.  Oh iya lupa gua juga di temani oleh “sepiring” obat nyamuk bakar sebagai pengusir nyamuk (nyamuknya sih Cuma satu  tapi kawannya yang banyak).

Langsung aja bro gua kali ini akan menulis jaman jaman gua SMP, (bukan mau lebay lebayan tapi senang saja mengingat masa lalu dan menuliskannya di blog ini biar suatu saat nanti bisa di baca kembali sambil senyum-senyum sendiri).

Kali ini gua akan menulis salah satu kebandelan yang gak akan gua lupa sampai kapanpun dan sebagai titik tolak perubahan drastis yg gua alami, mari di simak yah sambil siapkan kopi sama jajanannya biar afdol.. sebelum itu saya sruput kopi dulu, Aaaaaaaah……bah nikmat kali ini Kopi (Logat batak).

Gua mulai dari sini dulu, selepas Sekolah Dasar di kampungku SDN Pangbogoan saya kebetulan tidak langsung masuk ke SMP atau MTs tapi harus menyelesaikan sekolah dulu selama 2 tahun di sekolah Ibtidaiyah adalah sekolah keagamaan setingkat SD. Setelah lulus baru saya melanjutkan ke tingkat SMP yaitu di MTs MMA Caringin Kecamatan Labuan. Biasanya sekolah di kampung pergaulan hanya terbatas dengan teman teman sekampung saja, saat di MTs pergaulan lebih luas lagi karena banyak tergabung dengan teman-teman dari berbagai kecamatan bahkan ada juga yang dari luar daerah seperti lampung dan sekitarnya.

Dengan lingkungan baru yang gua lalui ndak perlu di ceritakan kenakalan atau kebandelan yang dilakukan, banyak sekali yang gua perbuat hingga orang di rumah pada geleng geleng kepala. Tapi di sini gua akan menceritakan salah satu momen ke bandelan yang terjadi saat kelas 3 MTs atau SMP, (apa sih kebandelannya….? Sabar gua sruput kopi lagi dulu.)
Saat itu di kelas 3 gua punya kelompok pertemanan (Kalau Jaman sekarang mungkin di sebut geng, tapi gak negatif loh ya….), group kami sepulang sekolah  merencanakan jalan jalan di wilayah pesisir (masih ingat wilayah Pantai Carita). Disana waktu itu ada hiburan malam sehingga kami ingin sekali ke sana tapi agak jauh tahu sendiri jaman itu jarang sekali yang punya dan bawa sepeda motor ke sekolah, lalu kami memutar kepala dan berunding sambil akhirnya bisik-bisik dan dan terucap Kata “setuju”…. (setuju apaan sih…?)  singkat cerita kami kembali kerumah masing-masing dan menyiapkan rencana yang sudah di sepakati….(Wah kopinya habis tar yah bikin kopi dulu maklum lagi di TKP makanya bikin kopi sendiri)..

Nungguin yaaah….? Jadi rencananya adalah kami orang ber enam sepakat mencari kendaraan motor 3 buah saya kebagian mencari 1 buah.. bukan saya kalau gak ada akal licinnya, kebetulan bokap punya sepeda motor (saya masih ingat Honda Astrea Grand) kendaraan tersebut di berikan sama orang lain di pelihara di gunakan untuk ngojek jadi bokap tinnggal terima setoran tiap minggunya..
Saat itu saya pokoknya harus bawa sepeda motor untuk di gunakan, saya datangilah orang yang melihara sepeda motor bokap saya masih ingat kalimatnya (mang, piwarang bapak nambut motor arek di pakai sakeudeung heula ke di balikeun deui) Artinya (Paman, saya di suruh  bapak minjam motor sebentar nanti di balikin lagi) . di kasih dong kan gua jual nama bokap. Jadilah motor gua bawa dan akhirnya rencana kami berhasil, temen-temen gua juga bawa kendaraan entah punya siapa itu kendaraan yang penting hepy, maka bersenag senanglah kami malam itu di kawasan carita. Bahkan saya gak pulang selama 3 hari berturut-turut gua numpang di rumah teman, bahkan di malam ketiga kami kelaparan tengah malam, dan terpikir mencari belut di sawah buat makan bersama (Babacakan) (ha..haa Geng kok cari belut di sawah).

Setelah puas bermain saya kepikiran untuk pulang wah gimana yah di rumah saya kan gak ngomong-ngomong mau pergi kemana. Wah cilaka gua pasti bakal di marahi habis-habisan.. tapi bagaimanapun juga harus pulang…

Dengan deg-degan gua akhirnya pulang juga ke rumah, tapi ada keanehan yang terjadi saat gua memasuki kampung orang orang melihatku kok seperti aneh dan bengong, bahkan ada yang nanya sama gua “ini edi apa setan yah…” sembarangan emang  gua kayak setan apa….?, setelah ngobrol sama orang-orang di kampung ternyata 2 hari yang lalu ada kejadian di dekat kampung gua kalau ada pembegalan motor, kebdaraannya Motor Honda Astrea Grand di bawa kabur pengendaranya di bacok di bunuh dan di lempar ke hutan ciri-cirinya persis dari umur dan fisik yang mirip dengan saya, dan bokap menyangka itu adalah anaknya.

Dari perbincangan itu di sampaikan bahwa bapak dan ibu saya seperti pingsan dan gak bisa bangun akibat shok atau kaget karena beranggapan itu adalah saya. Barulah saya memberanikan diri pulang kerumah dan mendapati  bapak dan ibu saya di kerumuni oleh kakak-kakak saya. Kakak saya langsung menatap dengan kaget dan gak ngomong apa-apa, saya pun berusaha ngobrol dan menjelaskan kejaadian yang sebenarnya, saat itu bokap seperti tersadar karena dengar suara saya ngobrol .

Setelah beberapa saat bokap mulai tenang dan mulai bicara pada saya, saya masih ingat ucapannya, “Kamu kalau mau nakal nakal sekalian, mau jadi penjahat penjahat sekalian jangan nanggung, kalau kamu mau jadi tukang ojek sekalian bapak kasih tu motor asal serius jangan setengah-setengah..kalau mau sekolah sekolah yag bener jangan setengah setengah, sampai jual kolorpun kalau kamu mau sekolah bapak sekolahin asal serius…” begitu ucapnya terus dia bilang lagi “kamu kan sebentar lagi lulus SMP, kalau mau jadi tukang ojek silahkan berhenti sekolahnya, kalau mau sekolah lanjutkan sampai Lulus..”

Saya hanya diam dan berpikir sebentar lalu ngomong “saya mau sekolah saja pak ndak mau jadi tukang ojek” . lalu Bapak Bilang “kalau itu pilihanmu buktikan dan tunjukan tanggung jawabmu, kalau kamu bisa lulus dan mau lanjut sekolah bapak turuti, Tapi Harus LULUS”.

Dan selanjutnya gua sekolah seperti biasa lagi sampai saatnya datang hari kelulusan dan dengan harap-harap cemas Akhirnya Aku LULUS juga. Selanjutnya setelah itu gua sekolah agak ke kota kabupaten tidak lagi di kecamatan mungkin pikiran bokap agar penyakit bandelku gak kambuh lagi…
Memang setelah kejadian itu gua merasa bersalah dan menyesal melakukan hal yang menyakiti perasaan keluargaku.. dan setelah itu gua berseragam Abu-abu putih………
Ooh Cuma gitu aja toh ceritanya… Cukup segitu dulu yah

Bersambung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu dan juga bagi kemajuan suatu bangsa. Dalam era yang terus berkembang ini, pendidikan menjadi kunci utama untuk mencapai kesuksesan dan mewujudkan masa depan yang cerah. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa pendidikan memiliki peran yang begitu penting untuk masa depan. Pembangunan Keterampilan Melalui pendidikan, individu memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan memperoleh berbagai keterampilan yang diperlukan dalam dunia kerja. Dalam dunia yang terus berubah dan kompetitif, keterampilan seperti kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, keterampilan teknologi informasi, dan pemecahan masalah menjadi sangat penting. Pendidikan memberikan landasan untuk mengasah keterampilan ini, sehingga individu dapat menjadi lebih siap dan berkualitas untuk menghadapi tantangan di masa depan. Peningkatan Kesempatan Kerja Pendidikan yang baik memberikan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan...

SMKN 2 Kotabaru Sukses Menjadi Tuan Rumah FLS3N SMK Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026

Kotabaru, 28 April 2026 — SMKN 2 Kotabaru sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) SMK Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan siswa-siswi SMK se-Kabupaten Kotabaru ini berlangsung meriah, tertib, dan lancar di lingkungan SMKN 2 Kotabaru. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat, kreativitas, serta kemampuan terbaik mereka di bidang seni dan literasi digital. Pada pelaksanaan tahun ini, cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Menyanyi Solo Putera, Menyanyi Solo Puteri, Tari Kreasi, Film Pendek, dan Komik Digital. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMKN 2 Kotabaru, Bapak Edi Rohaedi, S.Pi., M.M., selaku tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada SMKN 2 Kotabaru sebagai lokasi pelaksanaan FLS3N tahun ini. Beliau menyampaikan bahwa FLS3N bukan hanya ajang kompetisi untuk meraih juara, teta...

Krisis Karakter Dalam Dunia Pendidikan Modern

Dunia pendidikan saat ini tidak hanya dihadapkan pada tantangan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga persoalan yang jauh lebih mendasar, yaitu krisis karakter. Fenomena seperti menurunnya sikap sopan santun, rendahnya kejujuran, meningkatnya perilaku bullying, serta kurangnya rasa tanggung jawab di kalangan peserta didik menjadi bukti nyata bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk manusia yang berintegritas. Kondisi ini tentu menjadi alarm serius, karena tujuan utama pendidikan sejatinya bukan hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk kepribadian yang luhur. Pendidikan modern sering kali lebih menitikberatkan pada pencapaian akademik semata. Sekolah seakan menjadi arena kompetisi untuk memperoleh nilai tinggi, peringkat, dan prestasi formal lainnya. Orientasi ini secara tidak langsung menggeser makna pendidikan itu sendiri. Ki Hajar Dewantara pernah menegaskan bahwa pendidikan adalah tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak, yang berarti pendidikan har...