Langsung ke konten utama

Malam Minggu ku

Setelah sekian lama tidak menulis, malam menjelang pagi ini ku keluarkan laptopku dari wadahnya. tidak seperti malam minggu biasanya gua malam ini berada nun jauh di ujung sebelah Barat Pulau Laut yang ku dengar hanya suara anjing menggonggong dan suara jangkrik bersahutan….Krik…kriik…..kriiik.
Gua bingung juga mau nulis apaan, biasanya kalau sepi begini selalu ingat kampung halaman ada bokap nyokap  dan keluarga besar di sana…..(Insya allah Lebaran di kampung halaman) .
Sambil mengenang kampung halaman gua coba menulis kata-kata yang penuh dengan nasehat yang familiar kalau di kampung….. okeeeey kita mulai  Cekidot..!

#1. Ditertawakan Orang Lain

Misalkéuna aya jalmi anu nyéngséurikéun urang, ulah baé ngarasa ngarasula, Sabab nu diluhur mah bakalan térus masihan jalan pikéun urang.
Misalkan ada seseorang yang menertawakan kita, jangan sampai merasa terganggu dan jadi masalah, sebab Allah pasti memberikan jalan untuk kita semua.
Dalam menjalani kehidupan ini tidaklah perlu ada yang di khawatirkan, termasuk perkataan dan perbuatan orang lain, biarlah Allah yang membalasnya.
Kita hanya perlu yakin saja kepada Allah dan diri sendiri bahwa kesuksesan itu akan segera datang.
Mereka menertawakan kita, balaslah mereka dengan sebuah pembuktian, Insha Allah dengan demikian semuanya akan baik.
He…he…Kurang lebih begitu

#2. Musuh Terbesar adalah Rasa Takut

Musuh anu kalintang bahaya di dunya iéu nyaéta rarasa’an siéun saréng hariwang. Sedéungkéun reréncangan anu kalintang satia nyaéta kayakinan saréng kawanian urang.
Musuh yang paling bahaya di dunia ialah perasaan takut dan khawatir. Sedangkan teman setia adalah keyakinan dan keberanian.
Tidak dapat dipungkiri, rasa takut dan khawatir terus ada menyelimuti diri, padahal rasa tersebut amatlah berbahaya bagi kehidupan kita.
Sebisa mungkin kita hilangkan rasa takut tersebut dengan memupuk rasa keyakinan yang dalam di dada.
Dengan demikian, semoga perasaan takut dan khawatir semakin berkecil, sedangkan rasa yakin dan keberanian semakin tumbuh.

#3. Setiap Orang Pernah Sedih

Téu aya jalmi di dunya iéu nu hirup téu maké nalangsa. Kabeh jalma gé tangtos bakalan ngarasa nalangsa. Nanging tina rarasaan nalangsa éta urang kédah tiasa hudang déui.
Tidak ada seorangpun di dunia ini yang hidup tanpa pernah sedih, semua orang sudah pasti pernah merasakan yang namanya kesedihan. Akan tetapi dari rasa sedih tersebut kita harus mampu bangkit kembali.
Kita semua rasanya akan setuju dengan kata  di atas, bahwa yang namanya sedih atau kesedihan itu pernah hinggap di semua orang,
Kesedihan barangkali tidaklah memandang kekayaan, jabatan ataupun status, sebab hal ini adalah sunatullah, kebalikan dari kesenangan.
Senang dan sedih senantiasa beriringan mewarnai kehidupan, silih berganti, sama halnya seperti malam dan siang.
Akan tetapi yang terpinting bukanlah kesedihan tersebut datang kapan, melainkan bagaimana seharusnya kita bersikap.
Jangan sampai kesedihan tersebut membuat kita terus terjelembab berada di bawah, namun sebaliknya kita harus mampu bangkit dan berjalan kembali.
Segitu aja dulu lah dulur salembur kawan saperguruan… berhubung sudah Larut Malam, saya guring saja……..
Salam.


 Bergerak Untuk Banua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu dan juga bagi kemajuan suatu bangsa. Dalam era yang terus berkembang ini, pendidikan menjadi kunci utama untuk mencapai kesuksesan dan mewujudkan masa depan yang cerah. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa pendidikan memiliki peran yang begitu penting untuk masa depan. Pembangunan Keterampilan Melalui pendidikan, individu memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan memperoleh berbagai keterampilan yang diperlukan dalam dunia kerja. Dalam dunia yang terus berubah dan kompetitif, keterampilan seperti kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, keterampilan teknologi informasi, dan pemecahan masalah menjadi sangat penting. Pendidikan memberikan landasan untuk mengasah keterampilan ini, sehingga individu dapat menjadi lebih siap dan berkualitas untuk menghadapi tantangan di masa depan. Peningkatan Kesempatan Kerja Pendidikan yang baik memberikan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan...

SMKN 2 Kotabaru Sukses Menjadi Tuan Rumah FLS3N SMK Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026

Kotabaru, 28 April 2026 — SMKN 2 Kotabaru sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) SMK Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan siswa-siswi SMK se-Kabupaten Kotabaru ini berlangsung meriah, tertib, dan lancar di lingkungan SMKN 2 Kotabaru. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat, kreativitas, serta kemampuan terbaik mereka di bidang seni dan literasi digital. Pada pelaksanaan tahun ini, cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Menyanyi Solo Putera, Menyanyi Solo Puteri, Tari Kreasi, Film Pendek, dan Komik Digital. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMKN 2 Kotabaru, Bapak Edi Rohaedi, S.Pi., M.M., selaku tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada SMKN 2 Kotabaru sebagai lokasi pelaksanaan FLS3N tahun ini. Beliau menyampaikan bahwa FLS3N bukan hanya ajang kompetisi untuk meraih juara, teta...

Krisis Karakter Dalam Dunia Pendidikan Modern

Dunia pendidikan saat ini tidak hanya dihadapkan pada tantangan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga persoalan yang jauh lebih mendasar, yaitu krisis karakter. Fenomena seperti menurunnya sikap sopan santun, rendahnya kejujuran, meningkatnya perilaku bullying, serta kurangnya rasa tanggung jawab di kalangan peserta didik menjadi bukti nyata bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk manusia yang berintegritas. Kondisi ini tentu menjadi alarm serius, karena tujuan utama pendidikan sejatinya bukan hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk kepribadian yang luhur. Pendidikan modern sering kali lebih menitikberatkan pada pencapaian akademik semata. Sekolah seakan menjadi arena kompetisi untuk memperoleh nilai tinggi, peringkat, dan prestasi formal lainnya. Orientasi ini secara tidak langsung menggeser makna pendidikan itu sendiri. Ki Hajar Dewantara pernah menegaskan bahwa pendidikan adalah tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak, yang berarti pendidikan har...