Perjalanan hidup selalu tidak mulus, kadang harus goyang ke kiri goyang ke kanan, (jogeeet Kali). Untuk mendapatkan sesuatu harus jatuh bangun terlebih dahulu, kenapa…..? karena saya di lahirkan bukan dari orang yg berkecukupan, bukan dari mendapatkan warisan seperti durian runtuh juga bukan dari keluarga yang sudah banyak berhasil. Saya mulai dari Nol.
Masih teringat saat itu bersekolah di salah satu Madrasah Aliyah Negeri yang berada di kawasan Ciekek Pandeglang, mimpi saya tidak hanya cukup sampai di sini tetapi ada mimpi lain yang menjadi cita-cita saya untuk bisa belajar dan bersekolah bahkan sampai ke level paling tinggi (mumpung mimpi itu gratis dan gak di larang). Dari tekad diri sudah ada, dalam hati sudah terpatri bagaimanapun caranya harus lanjut ke perguruan tinggi belum puas belajar saya mau nambah lagi belajarnya. Lagkah selanjutnya tinggal ngomong dan minta restu sama orang tua apakah mereka setuju atau sebaliknya..
Suatu waktu gua menyampaikan mimpiku itu pada orang tua di rumah, masih ingat perkataannya waktu itu “ Pak bu, edi mau lanjut sekolah lagi apakah kira-kira bapak ibu merestui apa tidak” sebelum mendengar jawaban orang tua saya budah bisa menebak pasti akan ngomong tidak mampu membiayai kuliah karena memang saya memaklumi saat itu bapak saya kerjaannya hanya bertukang saja walaupun ada sedikit pensiunan yg di dapat tapi secara hitung-hitungan angka pasti tidak mencukupi.. Apa yang saya pikirkan dan saya dengar jawaban orang tua saya meleset. Masih ingat omongannya saat itu, “Ed, bapak sama ibu sangat setuju dan merestui niatmu untuk melanjutkan kuliah masalah biaya insya allah bisa di cari, tapi bapak ada satu permintaan bapak tidak bisa membantu menguruskan semuanya karena selain tidak bisa kakak kakak mu juga tidak ada yang kuliah jadi tidak ada yang punya pengalaman urusan kuliah, bapak mohon di maklumi, bisakah kamu berusaha mengurus sendiri semuanya….?” Tanpa berpikir panjang “Siap pak yang penting saya di restui oleh bapak ibu untuk lanjut kuliah…”. Saat itu saya tinggal beberapa bulan lagi mengikuti ujian akhir di sekolah.
Selepas pembicaraan dengan orang di rumah saya pun berpikir gimana caranya saya bisa mengurus segalanya, apakah saya mampu menjalaninya.. dalam hati kecil saya berkata “Insya allah mampu dengan izin allah”…
Kembali ke sekolahan saya mulai berpikir bagaimana menyusun strategi supaya saya bisa melanjutkan kuliah, saat itu pun saya konsultasi dengan salah seorang guru saya masih akan terus ingat sampai kapan pun beliau Adalah Guru Biologi saat itu Bapak Drs. Asep Bakti Agus, dengan beliau saya sampaikan “Pak saya ada rencana mau melanjutkan kuliah tapi saya belum tahu cara dan segala sesuatunya yang harus di lakukan mohon informasi dan bimbingannya”. Saat itu Pak Asep Bakti bersedia membantu saya dan mengarahkan supaya bisa mengikuti tes masuk perguruan tinggi, sayapun di minta melengkapi persyaratan nilai-nilai Raport mulai semester I sampai V dan di masukan untuk mengikuti Seleksi PMDK, saya mengikuti dengan sungguh sungguh dan prosesnya alhamdulilah selesai tinggal menunggu hasilnya.., saat ikut test tersebut saya belum Ujian Akhir masih belum tahu lulus atau tidak dari sekolah tersebut.
Hari yang di tunggupun akhirnya datang juga gua di kabari dan di beri surat hasil seleksi PMDK tersebut dan hasilnya gua di terima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur PMDK. Adapun kampusnya adalah di IPB Bogor.. saat itu untuk masuk ke kampus tersebut tergolong saya ketat seleksinya dan luar biasa susahnya….Sayapun langsung Sujud syukur melihat hasil itu. Setidaknya satu langkah sudah saya lalui tinggal melalui langkah langkah berikutnya..
Dengan hati berbunga bung saya pulang kampung dan Laporan ke bapak saya, Turun dari angkot saya jalan kaki dari tenjolahang sekitar 3 Kilo karena memang posisi kampung saya agak di dalam dan tidak di laui oleh angkutan umum. Saya tidak mengabari akan pulang tapi diam diam saja ketika mendekati rumah saya melewati tempat pekerjaan bapak saya, bapak saat itu sedang asyik menggergaji kayu konsentrasi dengan pekerjaannya. Saya datang bapak pun kaget “kenapa pulang biasanya lama baru pulang” begitu katanya. Tanpa banyak ngomong saya menyerahkan surat itu ke bapak, dia membaca dengan seksama dan mencermatinya baris perbaris hingga dia paham maksud dari surat tersebut, Bapak saya langsung Bilang “kamu pasti sungkan menyerahkan surat ini tapi tidak usah khawatir bapak setuju dan silahkan berangkat dan urus semuanya jangan mikir yang lain-lain soal biaya insya allah di usahakan.” Langkah kedua sudah gua kantongi yaitu restu dan dukungan orang tua. Alhamdulilah…
Saat yg di tunggu akhirnya datang juga pelaksanaan Ujian akhir berlangsung dan sayapu nalhamdulilah Lulus dan mempunyai Ijazah MAN/SMA. Setelah semuanya proses kelulusan sudah selesai tiba saatnya pada tanggal yng sudah di tentukan semua calon mahasiswa yg di terima melalui jalur PMDK harus datang Ke Gedung di Kampus Dramaga Bogor untuk registrasi, harus datang langsung dan di dampingi oleh orang tua, saat itu saya sdh memang tahu bapak ndak bisa mengikuti karena alasan alasan tertentu dan mempercayakannya sepenuhnya pada saya. Perlu di ketahu saat itu saya tidak sendirian tetapi ada 3 orang yg di terima di kampus yang sama maka sayapun meminta tolong kepada salahsatu orang tua teman saya untuk bisa mewakilkan bapak saya dan alhamdulilah belian berkenan dan bersedia.
Saya pun pamit kepada bapak ibu di rumah untu berangkat ke bogor, dan saya masih ingat sebelum pergi saya di beri beberapa lembar uang, “ Ed, ini ada sedikit uang mudah mudahan cukup untuk keperluan awal kuliahmu dan mudah-mudahan di cukupkan.. saya bilang ”terimakasih pak mudah mudahan ini bisa menjadi berkah buat saya dan insya allah saya gunakan dengan sebaik-baiknya dan secukup-cukupnya”…
Saya pun berangkat menggunakan BUS Kota jalur Rangkas Bitung Langsung menuju Bogor bersama kawan saya beserta orang tuanya…..dan semua proses sudah di lalui dan saya sudah tercatat sebagai salah satu mahasiswa di kampus tersebut dan melakukan perkuliahan seperti biasanya… alhamdulilah lancar.
Beberapa waktu saya baru tahu kalau bapak saya mendapatkan uang untuk biaya awal kuliah saya dari hasil menjual beberapa pohon albasiyah hasil tanamannya dan meminjam uang dengan jaminan SK pensiunannya…
Semoga Bapak dan ibu selalu sehat dan bisa melihat anak anaknya menjadi orang yang bermanfaat.
Saya tidak akan bisa membalas budi baikmu dengan apapun.
Sekian
Bersambung
Ucapan terimakasih saya yang tidak terhingga buat :
1. Bapak Drs Asep Bakti Agus
2. Bapak Drs Asep Masykur Ali
3. Bapak Drs. Oom Romli
4. Semua Guru MAN Pandeglang
Komentar
Posting Komentar