Saya masih ingat persis 16 Tahun yang lalu saat pertama kali menginjakan kaki di bumi Borneo, saat itu usia saya baru 25 Tahun.. loh kok bisa sampai ada di Pulau Kalimantan…..? ya bisa laaah namanya juga orang hidup.. okey mas bro saya akan mengenang dan mengingat kembali asal muasal bisa sampai di kalimantan… di simak yah saya menyampaikannya secara runut.
Pada tahun 2002 saya baru lulus dari kuliah di IPB Bogor, saat itu saya melewatinya dengan cepat bukan karena kepintaran atau apa tapi mensiasati supaya tidak keluar biaya kuliah yang terlalu banyak, semakin lama kuliah maka semakin banyak biaya yang perlu di keluarkan maklum saat itu saya kembang kempis soal pendanaan kuliah… gayung pun bersambut selama kuliah saya selalu banyak di bantu oleh kawan kawan dan juga dosen… ada salah satu Dosen pembimbing yang banyak membantu lancarnya kuliah saya sampai tugas akhir pun di dapuk untuk menjadi pelaksana proyek penelitian yang dia kerjakan dan akhirnya penelitian tugas akhir saya pun include di dalamnya (sambil berenang minum air istilahnya) .
Semua proses kegiatan pelaksanaan tugas akhir pun selesai hingga saya di nyatakan lulus dari perkuliahan, dan yang ajibnya saya langsung di tawari pekerjaan di perusahaan di jakarta yang bergerak sesuai dengan latar belakang pendidikan saya, tanpa mikir panjang saya pun menyanggupi untuk bergabung di perusahaan tersebut dan saya di minta untuk menjadi supervisor di area Lampung Selatan….
Loh Kapan cerita nya bisa sampai ke kalimantan….? sabar nanti sampai kesana. Alhasil saya mulai bekerja di Lampung Selatan Pada Tahun 2002 dengan status mahasiswa yg sudah lulus tapi belum di wisuda, kalau orang kampung yang namanya lulus itu ya di wisuda…. tapi saya jelaskan dan mereka paham.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun saya bekerja dengan semangat dan di sela waktu bekerja tersebut saya berusaha menyempatkan untuk mengikuti wisuda di Bogor. tidak terasa saya satu tahun sudah melalui waktu dengan pekerjaan dan merasakan mempunyai penghasilan sendiri yg lumayan cukup untuk keperluan saya dan bisa berbagi dengan keluarga di kampung halaman.
Menginjak Tahun ke dua saya merasakan ada sesuatu yang lain pada diri saya terutama pada fisik saya kok mulai terasa ada keluhan sakit.. (aah…. mungkin kecapaian) lalu saya abaikan dan terus bekerja. sampai suatu saat saya tidak kuat bekerja lagi dan mengalami jatuh pingsan yang selanjutnya saya di bawa ke Rumah Sakit (oleh kawan sepekerjaan). saya di rawat dan saya belum tahu saya sakit apa. beberapa lama saya di Rumah Sakit baru di kasih tahu kalau saya kena penyakit Tipe malaria akut atau orang menyebutnya penyakit lampung…. ya salaaaaaam gua kena malaria. dokter bilang harus di rawat intensif dan ini sangat berbahaya karena lambat penanganannya.
Akhirnya saya di jemput dan di bawa pulang ke kampung halaman oleh orang tua saya dan di bawa berobat di sana.. orang kampung saya menganggap saya sudah mati dan jasadnya di bawa pulang untuk di kuburkan…(enak saja orang nih wong saya masih hidup kok) . beberapa bulan saya di rawat sehingga di berikan cuti sakit oleh perusahaan. sampai kondisi saya membaik dan saya merasa fit untuk bekerja kembali saya bertekad akan bekerja kembali dan tidak sampai 1 bulan saya KO lagi.. kembali di rawat karena penyakit kemarin belum sembuh total….
Waktu itu saya berpikir untuk mencoba mengajukan pindah ke tempat lain karena saya beralasan mungkin tempat dan lingkungannya tidak cocok dengan saya. pengajuan saya di gantung (ya pak nanti kita pertimbangkan di tempat lain, sementara ini masih menunggu kekosongan pegawai dulu) begitu kata bos saya.. tanpa berpikir lama lagi saya langsung bicara “Mohon maaf pak kalau memang seperti itu dari pada saya menunggu lama tidak ada kepastian saya mengudurkan diri saja.
Akhirnya sayapun mengundurkan diri dari pekerjaan pada awal tahun 2004.. maka secara resmi sejak itu saya jadi pengacara (Pengangguran banyak acara). waktu itu saya manfaatkan untuk pemulihan dan penyembuhan total fisik saya dan secara periodik saya memeriksakan kesehatan saya sampai pada akhirnya di nyatakan sehat 100 % dan virusnya sudah negatif. alhamdulilah saya sehat seperti semula..
Tidak nyaman dengan status pengacara tadi saya main main ke kampus tempat saya kuliah dulu dan dari networking saya kembali dapat pekerjaan kembali di jakarta tiga bulan saya menjalaninya dengan baik..saat ada kesempatan pulang ke kampung di jalan saya bertemu dengan kawan kuliah yang mengajak saya datang ke Depdiknas saat itu (di jakarta). kata kawan saya (Bro kita ke depdiknas yu ada tawaran untuk menjadi guru produktif sesuai bidang kita, kita coba aja dulu masukan lamaran siapa tahu tembus). langsung saya jawab okey bro.
Telpon saya berdering ada panggilan ke Depdiknas untuk wawancara saya pun menyempatkan diri di sela sela pekerjaan yang saya lakukan. singkat cerita dalam wawancara di sana “Kalau kamu bersedia di tempatkan di seluruh wilayah indonesia, silahkan tanda tangan dn berangkat ikut pendidikan” .
Saya harus mengambil keputusan yang penting untuk hidup saya Resign dari pekerjaan yang saya kerjakan saat itu, kemudian memutuskan setelah berdiskusi alot dengan keluarga dan saya pun mantap mengikuti pendidikan yang di selenggarakan oleh Pemerintah saat itu.
Sampai akhirnya saya selesai melaksanakan pendidikan singkat khusus keguruan yang di selenggarakan oleh pemerintah saya pun di beri Surat Keputusan penempatan dengan durasi kontrak 3 Tahun. saya buka pela-pelan SK tersebut dan tertulis Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.
Nah itu asal muasalnya, pada bulan April 2004 saya melangkahkan kaki Forom Java to Borneo. belum kontrak saya selesai tiga tahun saya di ikat oleh pemerintah daerah menjadi Abdi Negara sebagai ASN yang mengharuskan saya tidak cuma 3 Tahun bertugas tapi untuk waktu yang lama….
Akhirnya saya jalani kehidupan ini seperti air mengalir, sehingga saya pun beranak pinak dan mempunyai 3 orang Putra dan Puteri yang sehat dan pintar-pintar….
Bersambung…..

Komentar
Posting Komentar