Selamat malam semuanya…
Malam ini gua menyempatkan duduk manis di depan netbook setelah seharian menjemput rejeki sebagai bagian dari ikhtiar yang mudah-mudahan jadi berkah buat saya dan keluarga.
Okey …… Man teman malam ini saya akan menulis hal yang lagi heboh sekarang ini dan harapannya bisa menjadi hal yang bermanfaat buat saya dan semua pembaca Blog ini, apakah kira-kira topiknya…..? ya… saya coba menulis sudut pandang lain dari keberadaan Virus Corona (COVID 19).
Corona cukup membuat dunia mencekam, sebab penularannya yang begitu cepat tak tertahan. Dua analisis ilmiah dari Imperial College London dan Universitas Manchester mengenai penyebaran Corona menyebutkan bahwa satu orang yang terkena virus itu menulari dua atau tiga orang lain. Hal ini disimpulkan dari jumlah tertular yang ada saat ini.
Sebagaimana juga disampaikan oleh kepala Program Riset Biosecurity di Kirby Institute di Universitas New South Wales, Australia, mengatakan bahwa dia sangat mencemaskan tingkat penyebaran Corona di China. Menurut Raina MacIntyre, semakin cepat penularan di China berarti semakin tinggi pula bahaya yang mengancam dunia. Korban jiwa akibat virus corona di China terus bertambah. Otoritas China mengatakan korban tewas melonjak menjadi 80 usai 24 orang kembali meninggal di Hubei. Dilansir dari AFP, saat ini total kasus virus corona yang terkonfirmasi naik tajam menjadi 2.744. Berdasarkan perhitungan nasional, jumlah orang yang terinfeksi meningkat 769.461 di antaranya berada dalam kondisi serius.
China sendiri telah mengisolasi Hubei. Hal itu dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona di China. Virus ini mulanya berasal dari Wuhan, Hubei dan kemudian merebak ke wilayah China lainnya. Pemerintah China menyebut situasi ini begitu genting dan membatasi semua perjalanan.
Secara medis, virus corona akan menyebabkan pneunomia. Orang yang terinfeksi virus ini dilaporkan memiliki gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernafas. Bahkan, pada kasus parah dapat terjadi kegagalan organ dan berakibat kematian.
Obat antibiotik pun tidak ada gunanya untuk virus corona, sehingga pemulihan bergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh penderita. Lebih mematikan bagi mereka yang sudah memiliki penyakit lain sebelumnya misal diabetes, jantung, dll.
Virus Corona merupakan virus jenis baru yang dengan cepat menjadi masalah serius kesehatan dunia. Dilansir dari kompas.com, dugaan sementara, Virus Corona di Wuhan ini berasal dari kelelawar. Sup kelelawar merupakan sebuah hidangan populer di Kota Wuhan.
Menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam Buletin Sains Cina, Para ilmuwan percaya, sup kelelawar ini diduga bisa menjadi perantara penyebaran virus corona. Media Daily Star menulis sup kelelawar mungkin bisa disalahkan oleh orang-orang terkait penyebaran virus corona.
Selain itu, dilansir dari South China Morning Post, Pasar Makanan Laut Huanan adalah pasar yang menjadi sumber wabah virus ini. Di sana dijual 100 varietas hewan dan unggas hidup, mulai dari rubah hingga serigala, musang bertopeng, kepiting, udang, kura-kura, ular, tikus, landak, burung, dan banyak lagi. Selain kebiasaan memakan sup kelelawar di Wuhan, di Cina pun ada sekitar 10 ribu anjing liar dimakan setiap tahunnya di Festival Yulin Gong. Lebih lanjut, memakan darah babi beku, dan makan ular pun merupakan hal yang biasa di Cina. Sup ular sudah dianggap sebagai kelezatan tersendiri dalam budaya Cina. Sup ular dianggap sebagai hidangan berstatus tinggi karena bahannya yang beragam macam dan persiapannya yang rumit. Sup ular ini menjadi simbol kekayaan, keberanian, dan kehormatan. Biasanya makanan ini hanya disajikan untuk pejabat atau selebriti tertentu.
Cina memiliki pola hidup yang bebas (liberal). Mengonsumsi makanan yang langka dan tak biasa sudah dianggap sebagai identitas tersendiri bagi kalangan masyarakat Cina. Bahkan, orang yang makan hewan liar dianggap memiliki status sosial yang tinggi. Dikutip dari Mothership, masyarakat Cina juga percaya hewan liar merupakan makanan yang lebih bergizi dibandingkan hewan ternak. Filosofi di balik hewan liar itu juga jadi alasan masyarakat Cina kerap memakan hewan liar.
Dengan gambaran pola hidup orang China yang extream, patutlah kita mengambil pelajaran. Terlebih kita seorang muslim yang hidup di negeri berpenduduk muslim terbesar. Islam mengatur pola hidup dengan menyeluruh, termasuk soal makanan. Di dalam Islam kriteria makanan harus mencakup halal dan thayyib.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 88: "Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya.” Kata Halalan berasal dari akar kata yang berarti “lepas” atau “tidak terikat”. Sesuatu yang halal adalah yang terlepas dari ikatan bahaya duniawi dan ukhrawi. Karena itu kata “halal” juga berarti “boleh”.
Berkaitan dengan makanan, maka makanan halal adalah makanan baik nabati maupun hewani yang boleh dikonsumsi dan tanpa sebab tertentu untuk terlarang. Kata Thoyyiban dari segi bahasa berarti lezat, baik, sehat, menenteramkan, dan paling utama. Pakar-pakar tafsir ketika menjelaskan kata ini dalam konteks perintah makan menyatakan bahwa ia berarti makanan yang tidak kotor dan segi zatnya atau rusak (kedaluwarsa), atau dicampur benda najis.
Namun demikian, tidak semua makanan yang halal otomatis baik. Karena yang dinamai halal terdiri dari empat macam: wajib, sunnah, mubah, dan makruh. Ada makanan yang halal, tetapi tidak bergizi, dan ketika itu ia menjadi kurang baik. Atau ada makanan yang halal tapi tidak baik untuk orang yang mengidap penyakit tertentu.
Demikian ayat di atas memberi petunjuk bahwa makanan yang dikonsumsi adalah yang halal lagi baik. Dengan demikian, Islam memiliki aturan yang sempurna. Tidak hanya mengatur aspek ibadah mahdah saja, tetapi seluruh aspek kehidupan manusia ada aturannya di dalam Islam. Maka, harus kita yakini bahwa hanya syariat Islam pula yang jika diterapkan mampu memberikan keamanan dan keselamatan bagi seluruh manusia.
Wallahu a'lam bisshawwab…
Sumber : Times Indonesia
Komentar
Posting Komentar